JOGJA—Panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSIM optimistis mampu meraih target pemasukan Rp85 juta di laga Laskar Mataram melawan Persih Tembilahan dalam Lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012, Selasa (3/1) malam.
Target pemasukan itu dianggap realistis, menyusul kesuksesan panpel yang sebelumnya menggelar laga perdana PSIM kontra Persita Tangerang. Adapun harga tiket diberlakukan sama seperti laga reguler lainnya, yakni Rp10.000 untuk tribun terbuka, Rp25.000 tribun tertutup, dan Rp50.000 tribun VVIP.
“Karena ini tidak disiarkan langsung, kami optimistis akan mampu meraih target tersebut. Jika di laga perdana kemarin kami bisa mendapatkan pemasukan sebesar Rp95 juta, atau Rp10 juta di atas target awal yang ditetapkan, kali ini kami yakin bisa,” kata Manajer Pertandingan, Sukamto, Senin (2/1).
Untuk mengamankan laga kali ini, masih kata Sukamto pihaknya memang sengaja mengurangi jumlah aparat keamanan. Jika di laga pembuka sebanyak 640 personel gabungan TNI/Polri dan Satpol PP disiapkan, kali ini panpel mengerahkan sebanyak 450 personel.
“Nanti kami tetap akan melakukan sweeping dan sterilisasi kawasan. Seperti biasa ring satu kami pastikan sterilisasi, satu kilometer dari stadion akan ada operasi baik senjata tajam, minuman keras, knalpot blomblongan. Bagi yang melanggar akan langsung ditindak,” pungkasnya.(Harian Jogja
Senin, 02 Januari 2012
Panpel PSIM Patok Rp85 juta
Pembuktian Trio Belanda PSIM
JOGJA—Laga antara PSIM kontra Persih Indragiri Hilir pada Lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012 di Stadion Mandala Krida, malam ini bakal jadi ajang pembuktian kepaduan trio legiun asing asal Negeri Kincir Angin Belanda.
Pasalnya, baik di laga pra musim, maupun laga perdana di kompetisi, Kristian Adelmund, Lorenzo Rimkus dan Emile Linkers belum pernah dimainkan bersamaan dengan pemain lokal yang selama ini menghuni skuat.
Di laga perdana saat menjamu Persita Tangerang, di Stadion Mandala Krida, 15 Desember lalu, Laskar Mataram gagal memaksimalkan ketiga
legiun yang ada. Asisten Pelatih PSIM, Maman Durachman yang kala itu memegang kendali arsitek, menyusul absennya Hanafing karena mengikuti kursus kepelatihan di Bangkok, Thailand, hanya bisa menurunkan Emile Linkers dan Lorenzo Rimkus.
Emile Linkers yang turun sejak babak pertama sukses memerankan posisinya sebagai striker setelah menceploskan satu gol ke jala Persita Tangerang. Adapun Lorenzo Rimkus baru dimainkan di babak kedua, meski terlihat belum terlalu padu dengan Nova Zaenal CS.
“Saya belum berani menurunkan Kristian [Kristian Adelmund] karena dia masih perlu penyesuaian dengan permainan kami,” kata Maman saat itu.
Namun seiring dengan kembalinya komando ke tangan pelatih kepala Hanafing, pembuktian ketiga legiun asing di dalam skuat juga belum bisa diterapkan. Di gelaran Mataram Cup 2011 yang telah dijalani PSIM, pelatih berlisensi A AFC itu gagal melihat penampilan ketiganya dalam ajang pemanasan yang dilaksanakan di Stadion Mandala Krida akhir tahun lalu.
Emile Linkers tidak bisa diturunkan bersama dua penggawa Belanda lainnya, Lorenzo Rimkus dan Kristian Adelmund di gelaran yang diikuti Persibas Banyumas, Persitara Jakarta Utara serta Barito Putera menyusul cedera Hamstring.
Meski tidak bisa melihat penampilan Linkers, namun eks arsitek PSISeSemarang dan PSM Makassar itu cukup puas dengan penampilan Lorenzo Rimkus dan Kristian Adelmund. Rimkus bahkan mampu menceploskan satu gol di gawang Barito Putra melalui tendangan bebas, sedangkan Adelmund mampu berperan maksimal di lini tengah sebagai center defender.
“Mereka mulai bisa beradaptasi dengan baik dan enjoy. Saya melihat Adelmund cocok ditempatkan di posisi center defender, selain umpan-umpannya yang bagus, dia menang dalam postur sehingga mempermudah untuk mendapatkan bola-bola tanggung. Sedangkan Lorenzo, dia sangat menikmati perannya bersama dengan Nova,” terang Hanafing.
Menghadapi Persih kali ini, Hanafing memang menargetkan meraih kemenangan atas anak asuh Raja Faisal. Kendati belum banyak mengetahui kekuatan dari Harimau Rawa-julukan Persih Indragiri Hilir namun pihaknya optimistis akan mampu meraih poin penuh di kandang.
“Raja Faisal kan dulu bekas anak didik saya di Jakarta. Jadi saya tahu bagaimana cara dia melatih. Jadi tidak ada masalah, kami harus meraih hasil maksimal nantinya,” katanya.
Sebagai arsitek yang mengantongi lisensi A AFC dan berpengalaman menangani sejumlah klub, Hanafing menilai tidak ada yang istimewa dari kekuatan Persih. Keberadaan tiga legiun asal Afrika, yakni Danil Bikoi Ose, Zubairu dan Cristian Bekatal dianggap biasa saja. Dirinya yakin, ketiga pemain kulit hitam itu bisa diatasi anak asuhnya.
“Saya tidak akan minta pemain saya lakukan penjagaan khusus, siapa yang terdekat dia yang jaga. Sudah mulai padunya tiga legiun asing asal Belanda di skuat kami dan juga sejumlah pemain muda untuk mengisi skuat inti, membuat saya lebih mudah melakukan rotasi,” terang Hanafing.
Adapun pelatih Persih, Raja Faisal mengaku optimistis akan mampu mencuri poin di kandang Laskar Mataram. Raja menilai dengan penerapan pola 4-2-3-1 dan pemaksimalan tiga legiun Afrika yang ada, target poin akan mampu terealisasi. “Saya sudah lihat bagaimana permainan PSIM. Kami hanya mewaspadai keberadaan Linkers di lini depan. Meski kami akan main lebih defensif namun kami optimistis akan mampu mencuri poin di sini,” pungkasnya.(Harian Jogja)
Pasalnya, baik di laga pra musim, maupun laga perdana di kompetisi, Kristian Adelmund, Lorenzo Rimkus dan Emile Linkers belum pernah dimainkan bersamaan dengan pemain lokal yang selama ini menghuni skuat.
Di laga perdana saat menjamu Persita Tangerang, di Stadion Mandala Krida, 15 Desember lalu, Laskar Mataram gagal memaksimalkan ketiga
legiun yang ada. Asisten Pelatih PSIM, Maman Durachman yang kala itu memegang kendali arsitek, menyusul absennya Hanafing karena mengikuti kursus kepelatihan di Bangkok, Thailand, hanya bisa menurunkan Emile Linkers dan Lorenzo Rimkus.
Emile Linkers yang turun sejak babak pertama sukses memerankan posisinya sebagai striker setelah menceploskan satu gol ke jala Persita Tangerang. Adapun Lorenzo Rimkus baru dimainkan di babak kedua, meski terlihat belum terlalu padu dengan Nova Zaenal CS.
“Saya belum berani menurunkan Kristian [Kristian Adelmund] karena dia masih perlu penyesuaian dengan permainan kami,” kata Maman saat itu.
Namun seiring dengan kembalinya komando ke tangan pelatih kepala Hanafing, pembuktian ketiga legiun asing di dalam skuat juga belum bisa diterapkan. Di gelaran Mataram Cup 2011 yang telah dijalani PSIM, pelatih berlisensi A AFC itu gagal melihat penampilan ketiganya dalam ajang pemanasan yang dilaksanakan di Stadion Mandala Krida akhir tahun lalu.
Emile Linkers tidak bisa diturunkan bersama dua penggawa Belanda lainnya, Lorenzo Rimkus dan Kristian Adelmund di gelaran yang diikuti Persibas Banyumas, Persitara Jakarta Utara serta Barito Putera menyusul cedera Hamstring.
Meski tidak bisa melihat penampilan Linkers, namun eks arsitek PSISeSemarang dan PSM Makassar itu cukup puas dengan penampilan Lorenzo Rimkus dan Kristian Adelmund. Rimkus bahkan mampu menceploskan satu gol di gawang Barito Putra melalui tendangan bebas, sedangkan Adelmund mampu berperan maksimal di lini tengah sebagai center defender.
“Mereka mulai bisa beradaptasi dengan baik dan enjoy. Saya melihat Adelmund cocok ditempatkan di posisi center defender, selain umpan-umpannya yang bagus, dia menang dalam postur sehingga mempermudah untuk mendapatkan bola-bola tanggung. Sedangkan Lorenzo, dia sangat menikmati perannya bersama dengan Nova,” terang Hanafing.
Menghadapi Persih kali ini, Hanafing memang menargetkan meraih kemenangan atas anak asuh Raja Faisal. Kendati belum banyak mengetahui kekuatan dari Harimau Rawa-julukan Persih Indragiri Hilir namun pihaknya optimistis akan mampu meraih poin penuh di kandang.
“Raja Faisal kan dulu bekas anak didik saya di Jakarta. Jadi saya tahu bagaimana cara dia melatih. Jadi tidak ada masalah, kami harus meraih hasil maksimal nantinya,” katanya.
Sebagai arsitek yang mengantongi lisensi A AFC dan berpengalaman menangani sejumlah klub, Hanafing menilai tidak ada yang istimewa dari kekuatan Persih. Keberadaan tiga legiun asal Afrika, yakni Danil Bikoi Ose, Zubairu dan Cristian Bekatal dianggap biasa saja. Dirinya yakin, ketiga pemain kulit hitam itu bisa diatasi anak asuhnya.
“Saya tidak akan minta pemain saya lakukan penjagaan khusus, siapa yang terdekat dia yang jaga. Sudah mulai padunya tiga legiun asing asal Belanda di skuat kami dan juga sejumlah pemain muda untuk mengisi skuat inti, membuat saya lebih mudah melakukan rotasi,” terang Hanafing.
Adapun pelatih Persih, Raja Faisal mengaku optimistis akan mampu mencuri poin di kandang Laskar Mataram. Raja menilai dengan penerapan pola 4-2-3-1 dan pemaksimalan tiga legiun Afrika yang ada, target poin akan mampu terealisasi. “Saya sudah lihat bagaimana permainan PSIM. Kami hanya mewaspadai keberadaan Linkers di lini depan. Meski kami akan main lebih defensif namun kami optimistis akan mampu mencuri poin di sini,” pungkasnya.(Harian Jogja)
Harga Tiket PSIM Vs Persih Tak Berubah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, memastikan harga tiket pertandingan PSIM Vs Persih tak berubah. Harga tiket pertandingan yang digelar di Stadion Mandala Krida, Selasa (3/1/2012) tersebut, adalah Rp 10 ribu untuk tribun terbuka, Rp 25 ribu untuk tribun tertutup dan Rp 50 ribu untuk tribun VIP.
Hal itu disampaikan oleh ketua Panpel PSIM, Sukamto. Ia menuturkan harga tiket tak mengalami perubahan, dengan demikian ia berharap para penonton bersedia untuk tertib membeli tiket guna menonton pertandingan tersebut.
"Dana dari penjualan karcis demi untuk kemajuan dan perkembangan tim, jadi kami mohon para penonton sadar diri untuk membeli karcis demi kemajuan bersama," kata Sukamto.
Ia berujar, pihaknya siap menjual sebanyak 10 ribu lembar tiket masuk pertandingan. Tiket tersebut akan mulai dijual pukul 16.00 WIB di loket-loket penjualan tiket di luar stadion.
"Pintu masuk akan kami buka mulai pukul 17.00 WIB," tambahnya
Hal itu disampaikan oleh ketua Panpel PSIM, Sukamto. Ia menuturkan harga tiket tak mengalami perubahan, dengan demikian ia berharap para penonton bersedia untuk tertib membeli tiket guna menonton pertandingan tersebut.
"Dana dari penjualan karcis demi untuk kemajuan dan perkembangan tim, jadi kami mohon para penonton sadar diri untuk membeli karcis demi kemajuan bersama," kata Sukamto.
Ia berujar, pihaknya siap menjual sebanyak 10 ribu lembar tiket masuk pertandingan. Tiket tersebut akan mulai dijual pukul 16.00 WIB di loket-loket penjualan tiket di luar stadion.
"Pintu masuk akan kami buka mulai pukul 17.00 WIB," tambahnya
